GELIAT USAHA DODOL PENGELATAN

  • Admin Bulelengkab
  • 24 Agustus 2016
  • Dibaca: 520 Pengunjung

Masyarakat Buleleng tentunya sudah tidak asing lagi dengan nama Dodol. Dodol merupakan salah satu makanan ciri khas Buleleng. Di Buleleng terdapat banyak sentra-sentra usaha pembuatan dodol yang biasanya dilakukan melalui industri-industri rumah tangga. Salah satu desa di Bali Utara yang merupakan sentra penghasil dodol terbesar adalah Desa Pengelatan. Dodol memang tidak dapat dilepaskan dari Desa Pengelatan, karena sebagian besar masyarakat di Desa Pengelatan memiliki industri rumah tangga berupa pembuatan dodol yang termasuk dalam usaha mikro, kecil dan menengah atau yang lebih dikenal dengan UMKM. Hal ini terlihat jelas saat kita berkunjung ke desa tersebut, dimana hampir setiap sudut rumah penduduk menjajakan makanan manis ini.
Made Suar, yang merupakan salah satu pembuat dodol di Desa Pengelatan mengatakan, bahan pembuatan dodol antara lain terdiri dari tepung ketan, gula pasir, kelapa dan lain-lain. Untuk pengolahan dodol dari proses awal sampai proses akhir dia lakukan bersama anggota keluarga yang lainnya. Dodol yang sudah selesai dibuat kemudian dibungkus dengan daun jagung kering kemudian dijemur di bawah terik matahari yang tujuannya agar dodol yang akan di jual rasanya semakin gurih dan awet. Ini merupakan salah satu kelebihan dari proses pembuatan dodol Pengelatan. Dodol Pengelatan menghasilkan rasa yang enak dan awet  hingga 1 bulan. Made Suar juga menambahkan bahwa pembuatan dodol pengelatan tanpa menggunakan bahan pengawet dan pemanis buatan, sehingga aman untuk dikonsumsi. Untuk mengawetkannya, masyarakat Pengelatan melakukan dengan metode tradisional yaitu dengan cara dijemur. Dodol ini memang sangat unik, semakin sering di jemur rasa yang dihasilkan akan semakin enak dan gurih.
Banyak variasi rasa yang ditawarkan oleh dodol Pengelatan, diantaranya: rasa injin, nangka, pandan, kacang dan juga ada rasa durian. Dodol kacang adalah salah satu dodol yang paling diminati oleh pembeli, karena selain gurih dan manis juga terdapat kacang didalamnya sehingga membuat rasa dodol menjadi lebih enak.  Memang dodol dari Desa Pengelatan bercirikas, salah satunya adalah pembungkus dodol dari daun jagung. Selain alami juga sehat, karena tidak mengandung plastik yang bisa menyebabkan penyakit.
Adanya usaha pembuatan dodol tentu berdampak positif bagi Desa Pengelatan, karena 80% masyarakat desa  yang menggeluti usaha pembuatan dodol di dalam proses pembuatan hingga pengemasan membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit, sehingga  masyarakat desa setempat memiliki lapangan pekerjaan khususnya bagi ibu rumah tangga. Usaha dodol di Desa Pengelatan sudah sangat terkenal diluar Desa Pengelatan  bahkan sudah sampai ke seluruh Bali. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau, rata - rata di jual Rp 25.000/ kg dan biasanya konsumen membeli dodol secara kiloan atau boleh juga secara eceran tergantung permintaan konsumen. Agar tidak penasaran dengan berbagai varian rasa dodol Pengelatan  lebih baik langsung mencoba sendiri, dijamin tidak akan menyesal dan bisa ketagihan. Jika berminat  bisa langsung mengunjungi Desa Pengelatan.