Tim Pembina Subak Kabupaten Bersama Tim Pembina Kecamatan Buleleng Melaksanakan Evaluasi Pembinaan di Subak Lanyaan Desa Nagasepaha

  • Admin Buleleng
  • 06 November 2019
  • Dibaca: 36 Pengunjung

Dalam rangka evaluasi hasil pembinaan subak Abian  Lanyaan Desa Nagasepaha, Tim Pembina Subak Kabupaten bersama Tim Pembina Subak Kecamatan Buleleng, secara bersama-sama melaksanakan pembinaan untuk mengevaluasi hasil pembinaan yang sudah dilaksanakan. Rabu(6/11).

Pembinaan tersebut sesuai dengan Jadwal yang sudah di agendakan oleh Tim Pembina Kabupaten dari Dinas Kebudayaa Kabupaten Buleleng dipimpin oleh Kepala Bidang Adat Tradisi, Ni Made Sriwati, S,Sn,M.Si., beserta rombongan Tim, didampingi Tim Pembina Kecamatan Buleleng. Secara bersama-sama melaksanakan pembinaan di masing-masing baga, dimana menghadirkan Kelian Subak beserta seluruh anggota/Krama subak Lanyaan Desa Nagasepaha. Hadir pula Penyuluh Bahasa Bali Kecamatan Buleleng pada kesempatan tersebut.

Disela Pembinaan, Kabid Adat dan Tradisi, Ni Made Sriwati dalam sambutannya menyampaikan tujuan kembali dilaksanakannya pembinaan, yakni untuk mengevaluasi hasil pembinaan yang telah dilaksanakan kemarin, agar diterapkan dan dilaksanakan dalam setiap kegiatan subak.

Selain itu, dijelaskan kembali tetang pentingnya administrasi, dimana administrasi di dalam subak  sangat berpengaruh di dalam pelestarian subak itu sendiri, untuk mewariskan kepada anak cucu nantinya, sekaligus betul-betul mengikuti petunjuk dari Tim Pembina Kabupaten maupun  Tim Pembina Kecamatan didalam pembinaan.

Tujuan lain dalam pembinaan yakni untuk menjaga dan melestarikan adat dan istiadat, terutama dibidang subak tepatnya di subak basah Lanyaan Desa Nagasepah. Sasarannya adalah untuk memberdayakan dan mengembangkan lembaga subak  tradisional yang bericirikan sosio agraris dan religius sebagai aset budaya nasional berlandaskan Tri Hita Karana. Adapun pembinaan yang dilaksanakan oleh Tim Kabupaten bersama Tim Kecamatan diantaranya: 1.Baga Parhyangan (hubungan manusia dengan Ida Sanghyang Widhi Wasa), 2. Pawongan (Hubungan antar krama yang mencangkup tentang keberadaan anggota, kepengurusan, tata cara rapat, ketatausahaan dan awig-awig), 3. Palemahan (Tanah atau wilayah).

Share Post :