(0362) 24346
camatbuleleng@gmail.com
Kecamatan Buleleng

Sejarah Desa Baktiseraga Kecamatan Buleleng

Admin buleleng | 16 Maret 2021 | 315 kali

Desa baktiseraga lahir pada tanggal 1 April tahun 1968 dengan Skp. Bapak Bupati Daerah Tingkat II Buleleng tanggal  3 Mei 1968 nomor : 75/Pemd.1/81/68.

Sebelumnya menurut cerita orang-orang tua yang masih hidup menuturkan bahwa pada pemerintahan penjajah Hindia Belanda, dimana daerah buleleng masih diperintah oleh seorang raja atau disebut ragent, masyarakat yang tinggal di banjar Bangkang, Tista, Seraya, dan Galiran pernah bersetatus didalam satu perbekelan; dipimpin oleh seorang kepala desa yang lumrah disebut keperbekelan.

Pernah disebut keperbekelan Bangkang, karena perbeklan di bangkang, pernah juga disebut kep erbekelan Galiran karena perbekelan di Galiran.

Adapun nama-nama kepala desa/perbekelnya yang dapat diingat dan diceritakan pernah memimpin dari zaman lampau itu adalah sbb:

  1. Pt. Panji, asal dari banjar Seraya
  2. Bagus made Oke, asal dari banjar Bangkang
  3. Bapak Nyoman Pasek, asal dari banjar Bangkang
  4. Bapak Ketut Wenten, asal dari banjar Bangkang
  5. Bapak Pan Resi/ Kt. Katon, asal dari banjar Galiran
  6. Kt. Pacung, asal dari banjar Seraya.

Pada jaman Revolusi th. 1945, keperbekelan tersebut menjadi tiga kelompok yang masing-masing bersetatus kepebekelan dipimpin oleh 3 orang perbekel.

Ketga nama perbekel dizaman itu ialah :

  1. I Gusti Bagus Made Oka adalah perbekel banjar Bangkang, yang seusai masa jabatannya di ganti oleh I gusti bagus Jelantik.
  2. Mas Niti selaku perbekel Banjar Tista yang kemudian diganti oleh Nyoman Gita, keduanya berasal dari Banjar Tista.
  3. Made Raken selaku perbekel banjar Galiran yang kemudian di ganti oleh Putu Wirya. Saudara Putu Wirya kemudian di ganti oleh Nyoman Gede Sayang, ketiganya berasal dari Galiran.

Dengan adanya peraturan Pemerintah tentang ketentuan sistem pemerintahan pedesaan yang baru maka sekitar awal tahun 1963 ketiga status perbekelan di atas disatukan kembali menjadi satu Desa Baktiseraga yang ditetapkan dengan Sk. Bupati tertanggal 3 Mei 1968 Nomor 75/Pemd.1/81/68 yang menetapkan untuk nama Desa Perbekelan yang baru itu bernama “DESA BAKTISERAGA” di bawah pimpinan seorang kepala desa atau perbekel, Secar etimologi atau suku kata perkataan BAKTISERAGA disusun dengan menggabungkan empat suku kata yang diambil dari suku kata awal nama keempat banjar yang ada di keperbekelan desa BAKTISERAGA yaitu suku kata BAK diambil dari huruf awal banjar BANGKANG, suku kata TIS diambil dari suku awal banjar TISTA, SRA diambilkan dari suku awal banjar SRAYA, dan suku kata GA diambil dari suku awal banjar GALIRAN yang setelah semuanya dirangkaikan menjadila “BAKTISERAGA” mengandung filsafat menggalang persatuan serta berbakti selalu dengan semangat pengabdian yang tinggi mensukseskan semua program pemerintahan didalam mewujudkan cita-cita perjoangan masyarakat adil dan makmur tanpa pamrih sesuai dengan semangat jiwa perjoangan revolusi merebut kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 1945.

Selanjutnya pejabat perbekel desa BAKTISERAGA pertama ialah : I Gusti Bagus Ngurah swela berasal dari banjar Bangkang, dan kemudian diganti oleh I Ketut Kajar, berasal dari banjar Galiran, serata yang keempat Drs. I Ketut Ngurah, berasal dari banjar Tista yakni pejabat Kepala Desa yang sekarang.

Demikianlah sekilas lintas penuturan ringkas yang sederhana dari asal-usul nama perbekel BAKTISERAGA yang menjadi wilayah Kecamatan Buleleng. Semoga maklum dan menggembirakan adanya.

Sumber: http://desabaktiseraga.blogspot.com