Kecamatan Buleleng menjadi pusat perhatian pada Senin (14/9/2026) dengan digelarnya Technical Meeting (TM) Lomba Berbasis Tradisional dan Budaya Tingkat Kabupaten di Ruang Rapat Aula Kantor Camat Buleleng. Dipimpin langsung oleh pihak kecamatan serta didampingi Tim Penyuluh Bahasa Bali Kecamatan Buleleng, pertemuan ini mengusung tema utama "Penguatan Jati Diri Perkuat Identitas Bangsa". Agenda ini diselenggarakan sebagai langkah awal persiapan untuk memastikan seluruh rangkaian kompetisi di tingkat kabupaten mendatang dapat berjalan dengan tertib, adil, dan transparan, sekaligus menjadi wadah pelestarian seni sastra serta keterampilan tradisional Bali bagi generasi muda.
Para perwakilan peserta dari setiap desa dan kelurahan hadir dengan penuh antusias guna menyamakan persepsi mengenai aturan main, regulasi, dan kriteria penilaian juri. Dalam pengarahannya, Tim Penyuluh Bahasa Bali menekankan pentingnya mempertahankan pakem asli serta unsur klasik tradisi Bali tanpa menyisipkan elemen modern yang menyimpang dari kearifan lokal. Beberapa poin teknis penting pun disepakati, seperti kewajiban penggunaan media daun lontar, pengrupak, dan penjelukan kemiri gosong alami pada Lomba Prasi, serta kepatuhan pada pakem cerita Mahabharata atau Ramayana beserta teknik tatah dan pewarnaan pada Lomba Membuat Wayang Kulit Tradisional.
Sesi pertemuan berlangsung interaktif melalui diskusi dan tanya jawab mendalam terkait alokasi waktu, lokasi penampilan, hingga poin-poin kritis penilaian juri. Acara kemudian ditutup secara tertib dengan penundian nomor urut tampil bagi seluruh kontingen desa dan kelurahan. Melalui matangnya persiapan teknis dan tingginya komitmen bersama dalam menjaga warisan leluhur ini, Kecamatan Buleleng optimistis mampu melahirkan duta-duta seni terbaik yang siap bersaing dan mengharumkan nama daerah di tingkat kabupaten.