(0362) 24346
camatbuleleng@gmail.com
Kecamatan Buleleng

Perayaan Rahina Tumpek Wariga, Upacara Jagat Kerthi di Kantor Camat Buleleng

Admin buleleng | 14 Mei 2022 | 85 kali

Tumpek Uduh ini juga disebut Tumpek Wariga, Tumpek Bubuh atau Pengatag, dirayakan setiap 6 bulan sekali di hari Saniscara (Sabtu) Kliwon, wuku Wariga, tepat 25 hari sebelum Hari Raya Galungan. 

Sesuai dengan Instruksi Gubernur Bali, Pemerintah Kabupaten  Buleleng Khusunya Pemerintah Kecamatan Buleleng Sabtu pagi,(14/5) melaksanakan upacara Tumpek Wariga dengan Upacara Wana Kerthi sebagai pemujaan manifestasi Hyang Tumuwuh atau Dewa Sangkara sebagai Dewa penguasa kesuburan semua pepohonan dan tumbuhan.

Camat Buleleng, I Nyoman Riang Pustaka, S.IP didampingi Sekretaris Camat Buleleng, Ni Putu Sri Sundariani, S.STP, Para Kasi dan Kasubag serta seluruh Karyawan/Karyawati Pegawai Kantor Camat Buleleng melaksanakan persembahyangan bersama di Parhyangan Padmasana Kantor Camat Buleleng. Hadir pada kesempatan tersebut Ketua PHDI Kecamatan Buleleng, Nyoman Suardika, S.Ag.M.Fil.H.,ikut serta dalam persembahyangan bersama serta menyampaikan beberapa hal dalam dharma wacana terkait perayaan tumpek wariga.

Dalam sambramawacanannya, Ketua PHDI Kecamatan menyampaikan tetang makna dan tujuan dari parayaan tumpek wariga. Salah satunya tumpek warga merupakan wujud pelaksanaan ajaran Tri Hita Karana (tiga hubungan harmonis penyebab kebahagiaan), yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan alam (tumbuh-tumbuhan). "Pelaksanaan tumpek wariga diharapkan bisa di implementasikan dengan kehidupan sehari-hari "  Ucap ketua PHDI Kec.Buleleng. 

Lebih lanjut, dalam sambramawacana momentum ini sangat baik untuk manusia, begitu pentingnya tanaman dan alam dalam arti yang sangat luas, sehingga menjadi harmoni dalam kehidupan ini. Serta tak kalah pentinya, makna dan esensi terpenting dan makna dari perayaan Tumpek wariga konsep ajaran weda, adalah rasa terima kasih yang sangat dalam terhadap kekayaan alam yang melimpah ruah.

Usai pelaksanaan persembahyangan, dilangsungkan melaksanakan prosesi upacara pengatag beberapa tumbuhan yang terdapat di halaman Kantor, dengan menggetok-getok batang tumbuhan yang diupacarai dihaturkan bubur sumsum yang terbuat dari tepung terhadap salah satunya Pohon mangga, sekaligus melaksanakan pemeliharaan tumbuh-tubuhan di sekitaran halaman Kantor Camat Buleleng.